Widget HTML Atas

Tak Puas Hasil Pilkada Pangkep, RAMAH Layangkan Gugatan ke MK

KORANINDONESIAKU.COM-  Pemilihan kepala daerah kabupaten  Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel memasuki babak baru. Pasalnya, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2, Abdul Rahman Assegaf-Muammar Muhayyang (RAMAH), merasa tidak puas dengan rekapitulasi hasil pilkada yang telah diplenokan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangkep beberapa hari lalu yang telah memenangkan pasangan Muhammad Yusran Lalogau-Syahban Sammana sebagai bupati  dan wakil bupati Pangkep periode 2021-2024.

Buntut dari ketidakpuasan itu, paslon bupati dan wakil bupati dengan jargon RAMAH, Senin (21/12) hari ini, secara resmi melayangkan surat gugatan terhadap hasil pilkada Pangkep  ke Mahkamah Konstitusi. 

Calon bupati nomor urut 2, Abdul Rahman Assegaf, kepada Koranindonesiaku.com beberapa saat  lalu membenarkan jika pihaknya telah resmi mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil perolehan suara pilkada Pangkep.

"Iya benar. Kami telah resmi mengajukan gugatan ke MK, karena ini adalah hak konstitusi kami," kata Rahman Assegaf. Menurutnya, setiap warga negara berhak menggunakan hak konstitusionalnya, karena hal itu telah diatur oleh Undang-undang dan dijamin oleh negara.

Terpisah, ketua KPU Pangkep, Burhan, saat dimintai konfirmasi Koranindonesiaku terkait hal ini, dengan tegas menyatakan, siap menghadapi gugatan yang dilayangkan paslon RAMAH.

"Kami sudah siap menghadapi gugatan di MK, baik dari sisi moril maupun materil," kata Burhan. Disinggung soal teknis kesiapan personilnya pada hari H pelaksanaan sidang gugatan di MK, Burhan menjawab, pihaknya akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Kalau soal kesiapan, nantilah dikondisikan, karena itu masalah teknis pada hari H persidangan" kata Burhan.

Berkas gugatan paslon RAMAH ini, berdasarkan informasi yang diperoleh  dari Kabag Humas dan Kerjasama Dalam Negeri Mahkamah Konstitusi, Fajar Laksono menyebutkan, hingga senin sore tadi, MK telah menerima 82 laporan permohonan Perselisihan Hasil Pilkada (PHPU) 2020, dimana salah satunya  berasal dari Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) Sulsel.

Fajar menyebut, MK hingga hari ini masih memberikan waktu kepada para pihak yang keberatan dengan hasil pilkada di seluruh Indonesia, untuk mengajukan berkas gugatan ke MK, hingga tanggal 29 Desember 2020 untuk pilkada bupati/ walikota. Adapun pilkada gubernur, pihaknya masih memberikan waktu hingga tanggal 30 Desember 2020.

Tahapan selanjutnya, urai Fajar,  adalah perbaikan  permohonan dan pemeriksaan pendahuluan berkas gugatan yang akan berlangsung dari tanggal 26  hingga 29 Januari 2021, dilanjutkan dengan pemeriksaan persidangan pada 1 hingga 11 Pebruari 2020.

Sekedar review, hasil rekapitulasi pilkada Pangkep yang telah diumumkan hasilnya oleh KPU Pangkep berdasarkan Keputusan KPU Pangkep Nomor 978/PP.02-6-Kpt/73-10/KPU-Kab/XII/2020 tanggal 16 Desember tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangkep, telah menetapkan paslon MYL-SS sebagai bupati dan wakil bupati.

Adapun rincian  perolehan suara, 72.973 (tujuh puluh dua ribu sembilan ratus tujuh puluh tiga) untuk paslon MYL-SS, disusul RAMAH dengan jumlah 53.348 (lima puluh tiga ribu tiga ratus empat puluh delapan ) suara. Kemudian di posisi ketiga dan keempat masing-masing sebanyak 41.564 (empat puluh satu ribu lima ratus enam puluh empat ) suara untuk paslon AIZ-Rismayani dan 30.467 (tiga puluh ribu empat ratus enam puluh tujuh) suara untuk paslon nomor urut 4, Anir-Lutfhi.


Editor  :  Hanif Dg Siga 



No comments for "Tak Puas Hasil Pilkada Pangkep, RAMAH Layangkan Gugatan ke MK "