Widget HTML Atas

Kisruh Pilkada Barru, Ketua KPU dan Bawaslu Didesak Dicopot!

Paslon bupati dan wakil bupati Barru, Suardi Saleh - Aska Mappe


KORANINDONESIAKU.COM,BARRU- Polemik calon wakil bupati Aska Mappe yang merupakan pasangan dari calon bupati petahana Suardi Saleh di pilkada Barru terus bergulir.
Setelah aksi demo yang dilakukan paslon Mudassir Hasri Gani-Aksah Kasim dan Malkan Amin-Salahuddin Rum ke kantor KPU Barru belum lama ini, kini KPU Barru resmi dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pilkada (DKPP) oleh tim pemenangan paslon Mudassir Gani-Aksah Kasim dengan laporan dugaan pelanggaran sebagai penyelenggara pilkada.

Cawabup Barru Aksah Kasim bahkan menyatakan, laporan dugaan pelanggaran oleh penyelenggara pilkada di Barru ini,  telah teregistrasi di DKPP.

"Dugaan ini jelas adanya. Khususnya pada dugaan dipaksakannya SK pensiun Aska Mappe dalam penetapan pencalonannya sebagai wakil bupati Barru," kata Aksah Kasim.

Tekanan terhadap KPU Barru, ternyata tidak hanya datang dari kubu paslon di Barru.
Aktivis anti korupsi yang juga ketua Gerakan Mahasiswa Anti  Korupsi (Germak) Sulsel, Ashari Setiawan atau yang lebih akrab dipanggil Kama Cappi turut "angkat suara".

Kama Cappi menegaskan, jika nantinya terbukti bahwa KPU Barru telah melakukan kesalahan karena lalai dalam melakukan proses verifikasi berkas Aksa Mappe, maka DKPP harus mencopot jabatan Ketua KPU Barru, Syarifuddin H.Ukkas.

Tidak hanya ketua KPU Barru, Kama Cappi bahkan meminta ketua Bawaslu Barru, M.Nur Alim, turut dicopot karena lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan.

"Saya curiga ada permainan.Kalau nanti dalam sidang DKPP terbukti bahwa KPU Barru lalai dalam melakukan proses verifikasi terhadap berkas Aksa Mappe, maka ketuanya ( Suarifuddin H.Ukkas), harus dicopot dari jabatannya!" Kata Kama Cappi, kepada Koranindonesiaku.com, Kamis (19/11)  tengah malam.

"Tidak hanya ketua KPU , ketua Bawaslu Barru juga harus bertanggungjawab karena lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan," tegasnya.

Kama Cappi sendiri, berdasarkan catatan media ini, pernah menggeruduk Bupati Barru Suardi Saleh, dalam kasus dugaan korupsi jembatan Bamba Pinrang. Dilansir dari media Portal Makassar.com, dirinya juga pernah mengancam akan menduduki kantor KPU Barru, jika tidak netral dalam menjalankan tugasnya.

Belum ada keterangan resmi dari ketua KPU Barru Syarifuddin H.Ukkas maupun ketua Bawaslu, M.Nur Alim. Koranindonesiaku.com telah berusaha mengonfirmasi via whatsapp kepada  keduanya, namun hingga berita ini terbit, belum direspon.


Editor  : Hanif Dg Siga