Ini Yang Dilakukan SMPN 40 Sebagai Kesiapan Maju Sekolah Adiwiyata Mandiri 2020


KORAN INDONESIAKU.COM

Makassar -  Topik pendemi Corona Covid 19 terus menggema belakangan ini tidak menghalangi langkah serius dan peran aktif pihak SMP Negeri (SMPN) 40 Makassar dalam mempersiapkan diri mengikuti ajang penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri (SAM) tahun 2020.

Sebagai bentuk komitmen terhadap hal ini, sekolah yang berlokasi dijalan Aroepala Timur No 4 Kecamatan Rappocini Kota Makassar ini terus mematangkan kesiapannya melalui penyiapan berbagai fasilitas sarana prasarana penunjang yang menjadi komponen penilaian.

Secara umum, SMPN 40 telah dinobatkan sebagai salah satu sekolah dari 279 sekolah yang memenuhi kriteria memperoleh penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional (SAN) tahun 2018.

Penetapan sebagai sekolah Adiwiyata Nasional berdasarkan surat keputusan menteri lingkungan hidup dan kehutanan Nomor : SK. 577/MENLHK/P2SDM/SDM.2/12/2018 tertanggal 17 Desember 2018. Sementara penghargaan sekolah Adiwiyata untuk tingkat provinsi Sulsel diraih SMPN 40 tahun 2017 dan tingkat kota Makassar tahun 2014.

Dalam perjalanan pengelolaan SMPN 40 dimulai sejak era kepala sekolah Rahmat Hidayat tahun 2011 diawali dengan penanaman pohon kemudian Lasubede dikonsep sekolah Adiwiyata dan terbukti mendapat penghargaan. Kini dilanjutkan Ahmad Lamo dengan konsep lebih maju dan dukungan soliditas tim kuat guna merengkuh predikat tertinggi ajang penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri.

"Sejak awal, SMPN 40 memang memiliki komitmen dimasa datang menjadi sekolah percontohan dikota Makassar mengenai lingkungan. Konsep sekolah ramah lingkungan ini ditunjukkan dengan pepohonan yang banyak dan  pembuatan beragam sarana prasarana lainnya dikawasan sekolah," ujar Kepala Tata Usaha SMPN 40 Abdul Haris Hamid, Selasa (14/4) sore.

Haris menceritakan, SMPN 40 saat ini sedang menyiapkan diri dalam rangkaian mengikuti proses penilaian calon sekolah Adiwiyata Mandiri tahun 2020. Penyiapan berbagai hal sebagai prasyarat dalam komponen penilaian Sekolah Adiwiyata Mandiri terus dilakukan secara bertahap.

Selain peduli penataan lingkungan, SMPN 40 terus menggenjot penyediaan sarana sebagai media pembelajaran berupa pembuatan wadah taman baca yang di desain gambar warna warni dilokasi sekolah. Termasuk pula penyiapan kebun sekolah, hutan sekolah dan pemberkasan.

Untuk peserta didik nantinya akan dilibatkan dan difasilitasi dalam mempelajari mengenai pengelolaan dan pelestarian lingkungan. Dengan begitu, pelajar dapat memahami ilmunya, baik secara teori maupun prakteknya.

"Jadi schedule-nya (susunan acara) itu, para siswa akan dibentuk perkelompok terkait media pembelajaran untuk mengetahui pengelolaan lingkungan. Ini juga menunjukkan jika pihak sekolah serius mempersiapkan diri menuju Adiwiyata Mandiri sekaligus kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan," pungkas Haris.

Sejatinya konteks pelestarian lingkungan, suatu sekolah tidak hanya di penuhi pepohonan yang rindang tetapi juga bagaimana upaya menciptakan sekolah berwawasan peduli lingkungan dan mampu memanfaatkan sumber daya sekitarnya secara efektif ditengah menghadapi tantangan era industri 4.0 dan dampak laju perubahan iklim.

Melihat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, sekolah-sekolah diharapkan mampu membantu pemerintah meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan sekolah yang ramah lingkungan secara baik. Sebab selama ini, pembangunan yang massif diperkotaan menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca maupun pencemaran limbah berbahan plastik. (@RuRi)