Pernah Diberhentikan Dari Jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Jeneponto, Kini Lulus Seleksi Kadis Kesehatan Ada Apa...??!


KORAN INDONESIAKU.COM

Makassar, - Ketua umum LSM Gempar Indonesia Sulawesi Selatan Amiruddin SH.Kr.Tinggi menilai Lelang Jabatan di Pemda Jeneponto misterius karena pada bulan Desember 2019 dilakukan seleksi tes calon Pimpinan Tinggi Pratama dilingkup Pemerintah Kabupaten Jeneponto sebanyak 7 OPD dengan hasil Pengumuman. No.065/Pansel/2019 tanggal 18 Desember 2019. Dimana Pengumuman 7 OPD masing-masing diluluskan 3 orang calon diantaranya calon Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto dinyatakan lulus juga, tetapi yang paling misterius diikutkannya dr. Iswan Sanabi tes seleksi calon Kepala Dinas Kesehatan yang tercantum namanya diurutan nomor 3. Berarti dapat diangkat kembali menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto. Ketua Umum LSM Gempar Indonesia Sulawesi Selatan menganggap bahwa Reformasi Birokrasi di Pemerintahan Jeneponto belum dilaksanakan, masih terkesan yang dekat hubungan emosionalnya dengan penentu kebijakan itulah yang beruntung.

Amiruddin SH membeberkan bahwa saudara dr. Iswan Sanabi pernah didemo oleh Himpunan Mahasiswa Turatea tanggal 5 April 2019 sampai jam 10 malam dengan tuntutan mahasiswa "dr. Iswan Sanabi tidak berhasil, gagal dan diduga terlibat melakukan tindakan korupsi didalam jabatan sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Lanto Dg Pasewang Kabupaten Jeneponto, akibat dari itu Bupati Jeneponto mengeluarkan SK Pemberhentian saudara dr. Iswan Sanabi sebagai Direktur Rumah sakit dengan secara tidak hormat pada tanggal 11 Mei 2019 dengan SK pemberhentian No.163 tahun 2019.

Dan menurutnya Amiruddin bahwa diikutkannya seleksi calon Kepala Dinas Kesehatan dr. Iswan Sanabi, Panitia seleksi calon Pimpinan Tinggi Pratama melakukan seleksi tidak berdasarkan UU No.5 Tahun 2014 tentang ASN, panitia seleksi tidak menggunakan tugas dan kewajibannya yang seharusnya Panitia seleksi calon Pimpinan Tinggi Pratama. Karena tidak mereformasi Birokrasi guna menyeleksi calon Pimpinan Tinggi Pratama yang bersih. Sebab Panitia seleksi Pimpinan Tinggi Pratama seharusnya melakukan analisis jabatan, analisis beban kerja dan analisis peta jabatan yang pernah diemban dengan hasil analisis tersebut kalau calon pimpinan Tinggi Pratama tidak pernah diduga menyalahgunakan wewenang dan jabatan atau bebas dari dugaan Korupsi baru boleh diajukan diorbitkan menjadi kandidat calon pimpinan Tinggi Pratama dilingkup Pemerintahan disetiap daerah, gunanya Reformasi Birokrasi tujuannya menempatkan Pimpinan Tinggi Pratama dilingkup Pemda di seluruh Pemerintahan yang ada di Indonesia yang bersih dan bebas dari dugaan Korupsi,b bukan diikutkan saja tes seleksi tanpa memperhatikan jejak karirnya selama jadi jadi PNS.

Amiruddin SH Ketua Umum LSM Gempar Indonesia Sulawesi menambahkan bahwa dipemerintahan Kabupaten Jeneponto Dinas Kesehatan kosong karena PLT Dinas kesehatan mundur dari jabatan tersebut, dengan kekosongan itu maka kebutuhan masyarakat tidak akan terpenuhi dan Ketua Umum LSM Gempar Indonesia Sulawesi Selatan menduga bahwa mutasi calon Pimpinan Tinggi Pratama diruang lingkup pemerintah apakah ajang bisnis atau menjadi keuntungan Besar bagi penentu kebijakan...???.


Imbuhnya lagi bahwa saudara dr. Iswan Sanabi adalah calon Pimpinan Tinggi Pratama Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto apabila dilantik tidak melihat peta jejak karirnya sangat bertentangan dengan cita cita Reformasi karena beliau pernah diberhentikan secara tidak hormat selaku Direktur Rumah sakit umum Lanto Dg Pasewang. Karena adanya dugaan penyalahgunaan jabatan dan wewenang. 07220. (Humas Gempar)

BAGIKAN BERITA INI KE:

0 Response to "Pernah Diberhentikan Dari Jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Jeneponto, Kini Lulus Seleksi Kadis Kesehatan Ada Apa...??!"

Post a Comment