Widget HTML Atas

Kegiatan LDK, Cara SMP Negeri 40 Membentuk Karakter Kepemimpinan Peserta Didik


Koran Indonesiaku.Com

Makassar - Peserta didik SMP Negeri 40 Makassar yang tergabung dalam kepengurusan  Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tahun pelajaran 2019 - 2020 serta pembimbing kegiatan ekstrakurikuler sebagai sub organisasi OSIS selama tiga hari diberikan pelatihan dasar kepemimpinan atau LDK.

Kegiatan LDK adalah proses pelatihan dalam menanamkan jiwa kepemimpinan agar siswa lebih termotivasi mengembangkan potensi sosialnya. Kegiatan LDK merupakan pondasi awal membentuk karakter kepemimpinan untuk siswa belajar memimpin dan dipimpin. 

Selain itu, kegiatan LDK juga menjadi bagian dari upaya pihak sekolah dalam mencetak siswa siswi yang tidak hanya mampu secara pengetahuan melainkan mampu mencetak siswa siswi yang berkarakter.
Kegiatan yang mengangkat tema : kita tingkatkan kejujuran dan tanggung jawab peserta didik tersebut dilakukan di salah satu ruang kelas yang diikuti sebanyak 65 siswa. Kegiatan mulai dilaksanakan sejak Jumat (1/11/2019) dan direncanakan berakhir pada Minggu (3/11/2019).

Saat memberikan materi pelatihan kepemimpinan, Kepala SMPN 40 Ahmad Lamo, S.Pd M.Pd mengatakan, defenisi pemimpin itu memiliki kemampuan bagaimana  menstimulasi, memobilisasi dan mengorganisir semua orang yang terlibat. Dikatakannya, kepemimpinan memiliki terminologi atau istilah yang dalam bahasa Inggris disebut leadership sedangkan dalam bahasa Arab disebut Imamah.

Menurutnya, ada 8 prinsip yang harus dimiliki seorang pemimpin disamping memiliki kriteria-kriteria yang harus dipenuhi sebagai pemimpin apabila berkecimpung dalam organisasi semisal OSIS. Prinsip-prinsip itu meliputi, meningkatkan organisasi, sikap keterbukaan, melakukan sistem kerja, memberikan solusi, mengedepankan kedisiplinan pribadi, memberi informasi, memberi wewenang dan melakukan monitoring.
"LDK tersebut dilakukan untuk menanamkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, kejujuran dan tanggung jawab kepada pengurus OSIS. Jadi secara substansi, LDK digelar berdasarkan UU No 23 Pasal 3," ucap Ahmad Lamo kepada Koran Indonesiaku.com usai memberikan materi dihari kedua, Sabtu (2/11).

Saat kegiatan LDK berlangsung, berbagai jenis kegiatan diberikan antara lain pembinaan mental dan akhlak, kepemimpinan OSIS, olahraga senam, keorganisasian, cara belajar efektif, retorika, Adiwiyata. Seluruh materi kegiatan yang diberikan mencakup pembentukan mental maupun kecakapan fisik. 

Adapun materi pelatihan secara khusus dibawakan langsung oleh guru-guru SMPN 40 dan mendapat pendampingan dari beberapa pengurus OSIS lama.

"LDK ini bertujuan meningkatkan sikap kedisiplinan bagi seluruh pengurus OSIS, mempererat silaturrahim antar sesama pengurus OSIS, meningkatkan budi pekerti baik bagi seluruh pengurus OSIS dan mendidik pengurus OSIS menjadi pribadi yang disiplin dan berdedikasi tinggi," kata Hj Erniwati Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan melalui chat aplikasi media sosial pribadinya, Sabtu (2/11). Yang ketika dihubungi media ini, ia mengaku lagi mengikuti kegiatan diklat.

Dalam pengelolaan pendidikan sehari-hari, SMP 40 berlokasi dijalan Minasa Upa Aroepala Timur No 4 Kecamatan Rappocini, tak hanya melulu berfokus pada kemampuan akademik siswa akan tetapi juga berfokus pada pengembangan minat dan bakat siswa.

Cara ini merupakan komitmen seluruh steakholder pendidikan guna mewujudkan visi dan misi sekolah perihal mencetak siswa-siswi yang tidak hanya pandai namun juga berkarakter. Cara ini sekaligus menjadi bukti yang dilakukan era kepemimpinan Ahmad Lamo yang bisa menjadi contoh bagi sekolah lainnya.

Laporan: Rusli Rifar
Editor.   : Atman Samad